Riset keyword sering dimulai dari tempat yang salah: membuka tool, memasukkan satu kata, lalu mengambil daftar dengan volume pencarian tertinggi. Untuk bisnis jasa, cara ini biasanya menghasilkan daftar yang terlihat menjanjikan namun tidak menghasilkan permintaan. Alasannya sederhana. Orang yang mencari “apa itu sublimasi” sedang belajar, sementara orang yang mencari “jasa printing sublim Bandung” sedang mencari vendor.
1. Mulai dari daftar layanan, bukan dari tool
Tulis dulu daftar layanan yang benar-benar Anda jual, beserta variasinya: jenis pekerjaan, bahan, kapasitas, dan wilayah yang dilayani. Daftar ini adalah batas dari seluruh riset Anda. Kata kunci di luar daftar ini, sebesar apa pun volumenya, tidak layak dikejar karena permintaan yang datang tidak dapat Anda kerjakan.
Setelah itu, tanyakan pada tim yang paling sering menerima permintaan: dengan kata apa customer biasanya menyebut layanan Anda? Istilah yang dipakai pasar sering berbeda dari istilah internal perusahaan, dan istilah pasar itulah yang diketik di Google.
2. Kelompokkan berdasarkan niat pencarian
Setiap kata kunci membawa niat yang berbeda. Untuk bisnis jasa, tiga kelompok berikut yang paling menentukan urutan pengerjaan.
Siap membeli
Mengandung kata jasa, harga, sewa, supplier, atau nama kota. Contoh: "sewa scaffolding Surabaya". Kelompok ini dikerjakan lebih dulu karena paling dekat dengan permintaan.
Sedang membandingkan
Mencari perbandingan, spesifikasi, atau rekomendasi. Contoh: "bahan terbaik untuk kaos sublim". Berguna untuk membangun kepercayaan, biasanya dikerjakan setelah halaman jasa siap.
Sedang belajar
Pertanyaan umum tanpa niat membeli. Volumenya sering paling besar. Kerjakan paling akhir, dan hanya jika ada jalur yang jelas menuju layanan Anda.
3. Periksa siapa yang sudah ada di halaman 1
Buka hasil pencarian untuk setiap kata kunci yang Anda pertimbangkan, lalu perhatikan jenis halaman yang muncul. Jika halaman 1 dipenuhi marketplace dan direktori besar, kata kunci itu mahal untuk dikejar meski volumenya tinggi. Jika yang muncul adalah website perusahaan sejenis Anda, peluangnya jauh lebih realistis.
Perhatikan juga bentuk halamannya. Bila Google menampilkan artikel panduan, halaman jasa Anda kemungkinan tidak akan bersaing di sana. Bentuk halaman yang muncul memberi tahu jenis konten yang dianggap paling relevan untuk pencarian itu.
4. Nilai kelayakannya sebelum memutuskan
Sebelum sebuah kata kunci masuk daftar kerja, kami memeriksa empat hal berikut.
Kata kunci dengan 90 pencarian per bulan yang lolos keempat pemeriksaan ini lebih bernilai daripada kata kunci dengan 10.000 pencarian yang gagal di poin pertama.
5. Tentukan halaman tujuannya
Setiap kata kunci yang lolos harus punya satu halaman tujuan. Bila dua kata kunci membawa niat yang sama, gabungkan ke satu halaman. Bila niatnya berbeda, pisahkan. Kesalahan yang paling sering terjadi adalah menumpuk banyak niat pada satu halaman, sehingga halaman itu tidak cukup spesifik untuk satu pun di antaranya.
Untuk bisnis dengan beberapa cabang, pemetaan ini sekaligus menentukan struktur website: satu halaman lokasi per wilayah, dengan konten yang benar-benar berbeda, bukan salinan yang hanya diganti nama kotanya.
Kesalahan yang sering terjadi
Mengejar volume tertinggi tanpa memeriksa niat pencarian di baliknya.
Menulis blog lebih dulu, sementara halaman jasa utama belum dioptimasi.
Menargetkan istilah internal perusahaan yang tidak dipakai pasar.
Membuat banyak halaman lokasi dengan isi yang sama, hanya berbeda nama kota.
Ingin daftar kata kunci untuk bisnis Anda ditinjau?
Kami membahas hal ini pada Konsultasi Awal, termasuk kata kunci mana yang sebaiknya dikerjakan lebih dulu berdasarkan kondisi website Anda saat ini.
Mulai Konsultasi